
Image taken from: http://www.chingay.org.sg/2008/
“Nonton Chingay yuk?” ajak seorang teman.
“Hah Chingay? Chingay apaan sih?”
Sebagai orang yang belum genap setahun tinggal di negeri singa memang selalu ada hal-hal baru mengenai negeri ini yang belum saya ketahui. Contohnya ya Chingay ini. Chingay ternyata adalah sebuah parade yang diadakan tiap tahun di Singapura kurang lebih mirip dengan parade di Indonesia ketika tujuh-belasan lengkap dengan kendaraan hias dan tari-tarian. Bedanya parade ini dilaksanakan pada malam hari kira-kira mulai jam delapan malam.
Malam itu, berangkatlah kami berempat ke lokasi parade. Berhubung kantong kami yang pas-pasan, kami tidak membeli karcis tempat duduk sehingga kami mengandalkan skill Indonesia kami (menyelinap diantara penonton sehingga mendapatkan tempat yang strategis atau naik pagar dan pohon agar dapat memandang dengan leluasa).
Ternyata oh ternyata, menonton Chingay sangatlah mengesankan. Kami dibuai dengan tari-tarian dengan koreografi nan hebat, musik yang spektakuler dan tata cahaya yang spektakuler. Parade diawali dengan demo F1 show yang seumur hidup baru nih saya melihat mobil F1 secara langsung (jadi malu). Setelah puas memamerkan kecepatan dan kekerenan F1, parade pun dimulai. Satu per satu muncul dengan tema dan pesan tersendiri.
Festival ini sekaligus menjadi daya tarik pariwisata bagi Singapura tersendiri dari belasan festival yang rutin diadakan di Singapura. Yang mengesankan adalah selain diikuti oleh orang lokal Singapura, festival ini juga dijadikan ajang memperkenalkan budaya dan promosi pariwisata oleh negara-negara yang smart dan cekatan dalam mempromosikan kekayaan negaranya. Misalnya, departemen kebudayaan India mengirimkan satu kontingen memperkenalkan Incredible India. Departemen Kebudayaan dan Seni Negara bagian Johor Malaysia, mengirimkan satu kontingen memperkenalkan tarian “Kuda Kepang”. Filipina memperkenalkan tarian dari suku Kalinga, suku dari dataran tinggi Filipina dan Jepang malah sampai mengirimkan dua kontingen.
Indonesia mana? Oh jangan khawatir, Indonesia juga ada. Lho, tapi kok kontingen Indonesia mukanya bule? Penari penarinya mukanya bule, yang memainkan gamelan mukanya Jepang. Oh, rupanya mereka adalah perwakilan dari Tanglin Trust School, sebuah sekolah internasional di Singapura. Sedih rasanya hati ini dan iri melihat kecekatan pemerintah negara-negara tetangga yang lain yang begitu agresif dalam memanfaatkan kesempatan memperkenalkan budaya mereka, sementara kebudayaan saya sendiri diwakili oleh sebuah institusi Inggris!
Ingatan saya kembali kepada betapa tahun lalu kita sangat marah dan berapi-api ketika kebudayaan kita dicuri oleh negara lain. Tetapi kepedulian dan support pemerintah terhadap kebudayaan sendiri mana? Katanya Indonesia sedang mencanangkan program Visit Indonesia Year 2008. Realisasinya mana? Belum pernah saya melihat promosi budaya Indonesia di iklan televisi sekalipun. Kalau iklan mengenai pariwisata India dan Malaysia sering. Bahkan saya jadi penasaran dan ingin mengunjungi India dibuatnya.
Saya sudah muak dengan alasan klise, “tidak ada dana” karena bukankah justru dengan promosi tersebut akan mendatangkan dana yang lebih ke masyarakat kita? Menurut catatan statistik, imigran Indonesia menempati urutan kedua setelah China di negara ini. Masa hanya untuk nari-nari seperti itu saja harus diwakili oleh bangsa lain?
Ah sudahlah. Malam ini pasti tidur saya kembali tidak tenang.
Filed under: Life in Singapore , 2008, chingay, indonesia, parade, pariwisata, singapore, singapura, tourism










HA HA HA. Ini baru total.
*nyari2 komen ija di blog gue zaman dulu soal komplain hal yang kurang lebih sama*
fotonya kek yang seru biangettt …
Iya sedih banget, padahal dengan segitu banyaknya orang indo di singapore, indonesia bisa menghadirkan pameran budaya yang jauh lebih indah dari negara2 lain. Dengan segala kekayaan budaya dan tari2 an daerah nya… *sedih* Coba kalo ada himbauan atau apa lah gitu dr embassy… pasti kita2 dengan senang hati dan sukarela ikut serta. Semoga di Chingay 2009 Indonesia bisa lebih berpartisiapsi.
Ja, taon dpn lo jd perwakilan Indonesia untuk seni topeng monyet di chingay 2009
>> wrong addressing ih *sambil ngasi makan biji2an*
dewi, rasanya ija gak perlu topeng deh….
:p
Ja.. aku lihat banyak tuh orang Indonesia yang ikut ber-parade. Cuman mereka paradenya di Orchard Road (Takasimaya, Paragon, Wisma Atria, etc) hehehe :p
>>Itu sih padare shopping
waks.. no comment deh.. again and again.. Indonesia kadang memang aneh!
wuih…. beneran total postinga lu ja(H)
bottom line…….
i feel the same too *sebel, gemes dan muak* cieh
sorry baru baca, bagus reportnya, tapi karena agak susah mencari dana untuk yang mau ikutan Chingay ini. Biaya sekitar 300 an jt kalau dibawa dari Jakarta/Indonesia. Saat ini kita masih mencari dana karena panitia maunya BALI. Bantuin dong, karena untuk nyari sponsor sgitu banyak ga mudah.